 |
| Anatomi Usus |
Penyakit tipes disebabkan oleh Bakteri
Salomenella Typhosa. Bakteri ini lebih banyak menular lewat makanan dan minuman, tinja dan air seni yang dibawa oleh lalat. Bakteri Sallomella termasuk genus bakteri entrobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat dengan masa
inkubasi kuman dalam tubuh 5-12 hari. Nama keren bakteri tipes diberikan oleh Edward Salmon, seorang ahli patologi dari Amerika, walaupun rekannya theobold Smith yang pertama kali menemukan bakterium pada Tahun 1885 pada tubuh babi.
Pada demam tifoid/tipes ini, ada beberama masa ketika kuman masuk ke dalam tubuh penderita, diantaranya:
Masa inkubasi (saat pertama kali kuman ini masuk kemudian tidur sebentar untuk menyiapkan amunisi yang diperluan untuk menyerang tubuh kita), Masa ini berlangsung 7-12 hari, walaupun pada umumnya adalah 10-12 hari. Pada awal penyakit ini keluhan dan gejala penyakit ini tidaklah khas, biasanya berupa:
- Anoreksia (tidak nafsu makan)http://lubang-kecil.blogspot.com/
- Rasa malas
- Sakit kepala bagian depan
- Nyeri otot
- Lidah kotor
- Gangguan perut (perut meragam dan sakit)
Gejala Khas dari demam ini?
Biasanya jika gejala khas itu yang tampak, diagnosis kerja pun bisa langsung ditegakkan. Yang termasuk gejala khas Demam tifoid adalah sebagai berikut.
Minggu Pertama (awal terinfeksi)
Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit itu pada awalnya sama dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu setinggi 39ºc hingga 40ºc, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, dengan nadi antara 80-100 kali permenit, denyut lemah, pernapasan semakin cepat dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan merasa tak enak,sedangkan diare dan sembelit silih berganti.
Pada akhir minggu pertama,diare lebih sering terjadi. Khas lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga.
Ruam kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satu sisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilang dengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit perut, lengan atas atau dada bagian bawah, kelihatan memucat bila ditekan. Pada infeksi yang berat, purpura kulit yang difus dapat dijumpai. Limpa menjadi teraba dan abdomen mengalami distensi.
Minggu Kedua
Jika pada minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau malam hari. Karena itu, pada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan tinggi (demam). Suhu badan yang tinggi, dengan penurunan sedikit pada pagi hari berlangsung. Terjadi perlambatan relatif nadi penderita. Yang semestinya nadi meningkat bersama dengan peningkatan suhu, saat ini relatif nadi lebih lambat dibandingkan peningkatan suhu tubuh.
Gejala toksemia (ketika kuman sudah masuhk aliran darah) semakin berat yang ditandai dengan keadaan penderita yang mengalami delirium. Gangguan pendengaran umumnya terjadi. Lidah tampak kering,merah mengkilat. Nadi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun, sedangkan diare menjadi lebih sering yang kadang-kadang berwarna gelap akibat terjadi perdarahan. Pembesaran hati dan limpa. Perut kembung dan sering berbunyi. Gangguan kesadaran. Mengantuk terus menerus, mulai kacau jika berkomunikasi dan lain-lain.
Minggu Ketiga
Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. Hal itu jika terjadi tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun. Meskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan perforasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa delirium atau stupor,otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin.
Meteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. Jika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin,gelisah,sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan. Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam tifoid pada minggu ketiga.
Minggu Keempat
Merupakan stadium penyembuhan meskipun pada awal minggu ini dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis vena femoralis.
Komplikasi jika tidak ditangani segera?
1. Komplikasi Intestinal
- Perdarahan usus
- Perforasi usus
- Ileus paralitik
2. Komplikasi Ekstra -Intestinal
- Komplikasi Kardiovaskuler : kegagalan sirkulasi perifer (renjatanseptik),miokarditis,trombosis dan tromboflebitis
- Komplikasi darah : anemia hemolitik ,trombositopenia, dan /atau Disseminated
- Intravascular Coagulation (DIC) dan Sindrom uremia hemolitik
- Komplikasi paru : Pneumonia,empiema,dan pleuritis
- Komplikasi hepar dan kandung empedu : hepatitis dan kolesistitis
- Komplikasi ginjal : glomerulonefritis,pielonefritis, dan perinefritis
- Komplikasi tulang : osteomielitis,periostitis,spondilitisdan Artritis
- Komplikasi Neuropsikiatrik : Delirium, meningismus, meningitis, polineuritisperifer, sindrom guillain-barre, psikosis dan sindrom katatonia
Pengobatan
Penyakit ini dapat disembuhkan secara total dengan pemberian antibiotik yang tepat, seperti kloramfenikol, trimethoprim-sulfamethoxazole atau ciprofloxacin, untuk periode waktu tertentu. Obat-obat tersebut hanya dapat dikonsumsi dengan resep dokter, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan indikasi dokter, baik jenis obat, dosis dan lama penggunaannya, justru akan berakibat buruk bagi tubuh. Dengan pengobatan yang tepat dan istirahat saat fase akut akan memercepat proses penyembuhan demam tifoid. Bila tak terawat dengan baik, demam tifoid dapat berlangsung selama tiga minggu atau lebih. Penderita demam tifoid sebaiknya beristirahat untuk sementara waktu, hindari aktifitas yang terlalu tinggi selama masih sakit. Aktifitas dapat kembali seperti semula secara perlahan-lahan, setelah kondisi anda sudah lebih baik.
Pencegahan
Demam tifoid, mudah menular lewat makanan dan minuman yang mengandung bakteri. Bisa pula karena penanganan yang kurang higienis atau menggunakan air dari sumber air yang digunakan untuk keperluan mencuci. Maka, untuk mencegah penyebaran bakteri dari penderita yang baru pulih dari demam ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.
Di antaranya dengan mencuci tangan sesering mungkin, terlebih lagi sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Perlu diingat, ketika mencuci tangan, gunakan air hangat, dan menggosok tangan dengan sabun minimal 30 detik. Ada baiknya Anda menggunakan barang pribadi secara terpisah. Umpamanya, peralatan makan. Bagi mereka yang baru sembuh dari penyakit ini, tidak menyiapkan makanan untuk orang lain hingga dinyatakan sembuh total oleh dokter.
Anda pun mulai saat ini sebaiknya mengurangi jajan di kaki lima, mengingat higienitas makanan yang disajikan kurang diperhatikan. Bukan tidak mungkin, makanan tersebut mengandung bakteri. Bukan hanya makanan yang dapat terkontaminasi bakteri, melainkan juga peralatan makan dan tangan Anda sendiri. Karenanya, jika pun ingin makan di kaki lima, sebaiknya perhatikan kondisi warungnya, apakah bersih termasuk peralatan makannya.
Akan lebih baik jika makanan yang dipilih adalah yang panas. Dengan demikian, akan membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Untuk mengolah makanan pun harus baik dan matang. Termasuk mencuci ikan yang harus dilakukan hingga bersih dan dimasak hingga matang. Hal ini juga berlaku ketika Anda mengolah makanan yang lain.
Di Amerika, menurut Jerry, penderita demam tifoid telah berkurang banyak sejak tahun 1900-an. Kini, kurang dari 500 kasus tentang penyakit ini, dilaporkan secara tahunan di Amerika Serikat (AS). Penderita kebanyakan mereka yang baru saja bepergian dari area endemik.
Bandingkan pada tahun 1920- an ketika lebih dari 35.000 kasus demam tifoid menyerang AS. Meksiko, Amerika Selatan, India, Pakistan, dan Mesir adalah negara dengan risiko terbesar yang mengembangkan penyakit ini. Secara global, demam tifoid menyerang lebih dari 13 juta orang per tahun dengan lebih dari 500.000 pasien yang meninggal akibat penyakit ini.
Source: http://murtaqicomunity.wordpress.com/2009/04/01/gejala-penyakit-tipes/, http://lifestyle.okezone.com/read/2010/01/07/27/291706/27/kenali-gejala-tipes