31 May 2011

Isi pulsa murah elektrik all operator

| |
0 komentar

Cara Isi pulsa murah elektrik all operator yang kepingin blogger sragen infokan ini adalah pengalaman. Dari sekian tahun bergelut dengan pengisian pulsa murah elektrik all operator tersebut akhirnya mendapat kebosenan juga. Hal ini karena pada bisnis ini sekarang sudah tidak menjanjikan lagi, terlebih dengan harga pulsa murah dan persaingan penjual pulsa all operator semakin banyak.


Baca selengkapnya »

Read More

Gothic Metal = Metal Simfonik

| |
0 komentar

MASIH membahas tentang aliran musik ‘Gothic’ Metal. Defenisi musik Gothic Metal sendiri sampai kini masih mengundang perdebatan, karena gaya komposisi dan estetika musik yang dibawakan begitu beragam. Yang jelas dalam gothic metal, virtuositas pribadi personil ditinggalkan, dan lebih mengutamakan harmoni sebagai konsep utama.

Penampilan dua vokalis dengan tekstur suara yang berbeda kontras (banyak di antara mereka menggunakan dua vokalis pria dan wanita—dengan tipikal ‘Beauty and the Beast), dan sering tampil dengan gaya nyanyi pendeta Gregorian yang antik namun terdengar keren. Sedang pemakaian gitar akustik dan kibor yang menjadi unsur bunyi utama.

Dari segi komposisi, gaya ini lebih mengacu pada konsep musik Doom Metal atau Black Metal, yang melodi dan ritemnya diwarnai bunyi synthesizer yang berat. Seperti vokal pria dan wanita yang tampil bersamaan dalam warna nada yang berbeda, gitar akustik juga menjalin melodi tersendiri dengan gitar listrik, dalam nada yang kadang terdengar rumit. Kibor yang tampil dominan dalam menghadirkan unsur suara string dan alat musik tiup, membuat mereka lebih sering menampilkan harmoni orkestrasi simfonik, hingga gaya musik ini juga disebut sebagai Symphonic Metal.


Dari sisi lirik, nampak gaya yang paling khas, yakni menampilkan tema fantasi yang bersumber pada berbagai kisah legenda fantasi Eropa pada Abad Pertengahan, dengan segala pengembangan dan tafsir yang baru. Tak heran bila nama dan kalimat dalam bahasa Latin sering muncul, juga kisah tentang para ksatria, putri jelita, penyihir, mahluk gaib dan peperangan dahsyat sering diangkat sebagai tema lirik yang memikat, dan berbeda jauh dengan lirik band beraliran Death Metal Amerika yang seringkali bertemakan sadisme yang berdarah dan horor seram.

Aliran musik Gothic Metal memang genre musik yang tampil beda. Perhatikan saja nama-nama ini: Aeternitas, Aion, Atargatis, Labores Somnium, Myriads, Xandria. Mungkin nama-nama ini terlalu indah dan puitis bagi grup metal, yang sebelumnya lekat dengan kesan brutal dan kasar. Gothic metal sebagai genre musik, berkembang di Eropa pada awal tahun 1990-an, sebagai subgenre dari aliran musik Doom Metal, yang banyak menampilkan tema-tema kelam, seperti maut dan sebagainya seperti Artrosis, Cryptal Darkness, Lacrimosa, Mandragora Scream, Type O Negative, Visceral Evisceration.

Sedangkan mereka yang ada di jalur Gothic Black di antaranya Anorexia Nervosa, Bal-Sagoth, Dimmu Borgir, Limbonic Art, Lux Occulta. Yang punya permainan lebih rapi ada di jalur Symphonic Metal, di antaranya adalah: Afte Forever, Autumn, Epica, Therion. Dan, grup lainnya seperti Angra, Excalion, Lunatica dan Stratovarius, oleh para kritisi musik metal ditempatkan di jalur Symphonic Power Metal.

Dongeng yang dilagukan


ANATHEMA adalah grup asal Liverpool, yang bersama Paradise Lost dan My Dying Bride mengembangkan genre Doom Death Metal. Personil Anathema adalah tiga bersaudara Vincent (vocal, rhythm guitar), Daniel (lead guitar) dan Jamie Cavanagh (bass), Les Smith (kibor), dan John Douglas (drum). Anathema yang terbentuk di tahun 1990 dengan nama Pagan Angel. Dalam tempo tiga tahun, mereka melejit dan menggelar konser keliling Eropa, disusul penampilan di panggung Independent Rock Festival di Brazil (1994).

Saat merilis album The Silent Enigma, mereka membalik gaya musik dengan menampilkan unsur Gothic yang kental. Walau fans berat mereka menerima perubahan ini, Daniel Cavanagh justru memutuskan keluar untuk bergabung dengan band lain; Antimatter. Untung dia segera balik ke Anathema dan merilis A Natural Disaster (2003), yang menjadi album terbaik mereka. Hingga kini tujuh album telah mereka hasilkan, antara lain: Serenades (1993), The Silent Enigma (1995), Eternity (1996), Alternative 4 (1998), Judgement (1999), A Fine Day to Exit (2001) dan A Natural Disaster (2003).

Nama lain yang cukup berjaya adalah THEATRE OF TRAGEDY, band asal Stavanger, Norwegia ini cukup unik, karena dalam tiga album pertamanya menggunakan lirik lagu bahasa Inggris kuno.
Theatre of TragedyTheatre of Tragedy

Theatre of Tragedy juga mempelopori gaya duo vokal yang kontras; vokalis pria bernyanyi pada nada bas, yang membuatnya terdengar seperti menggeram, —sementara vokalis wanita band ini bernyanyi gaya sopran yang melengking. Theatre of Tragedy yang dibentuk pada tahun 1993 ini, tadinya bernama Suffering Grief, yang kemudian berganti nama menjadi Le Reine Noir sebelum memantapkan diri dengan nama Theatre of Tragedy di tahun 1995.

Kini personil band ini adalah: Raymond István Rohonyi dan Nell Sigland (Vocal), Frank Claussen (gitar), Vegard K. Thorsen (gitar), Lorentz Aspen (kibor) dan Hein Frode Hansen (drum). Biduanita Nell Sigland (The Crest) datang bergabung untuk Liv Kristine. Sejak merilis album pertama yang berjudul Theatre of Tragedy (1995), mereka sudah merilis lima album lagi. Yang terbaru berjudul Storm yang ditilis pada 24 Maret.

Sumber : http://asiaaudiovisualexc09hermawansaputra.wordpress.com/2009/05/20/aliran-musik-gothic-metal-2/

Read More

Jual Minyak Angin Safe Care Aromatherapy

| |
0 komentar

Minyak Angin Aromatherapy Safe Care Roll On - Minyak Angin Safe Care Aromatherapy ini berkhasiat sebagai aromatherapy yang memberikan rasa dingin, menyegarkan untuk meringankan pusing, perut kembung, masuk angin, mabuk perjalanan dan mencegah gejala flu serta sebagai aromatherapy.
Minyak Angin Aromatherapy Safe Care Roll On - Khasiatnya mantap tapi wanginya segar. Dikemas dalam botol kecil dengan model roll-on, sehingga mudah dibawa dan tidak mudah tumpah. Sangat praktis jika dibawa bepergian.
Minyak Angin Safe Care AromatherapyKomposisi:
Menthol 20%
Camphor 4%
Essential Oil 5%
Base ad 100%

Cara pemakaian :
Gosokkan secukupnya pada bagian yang sakit

Jual Minyak Angin Safe Care AromatherapyKemasan :
Botol kaca 10ml roll on
1 dus berisi 2 lusin
1 karton berisi 6 dus

Periznan
: POM QD. 041 603 441

Pembelian :
1 pcs = Rp.13.500/pcs
1 dus = Rp.13.000/pcs
1 karton = Rp.12.000/pcs


Harga belum termasuk ongkir, Transfer melalui PERMATA
COD sekitaran Cikarang, Jawa Barat saja.
Minat SMS aja ke 087829970404 (For fast response, maklum ga online terus)
Pengiriman pake TIKI/JNE.

Read More

Choosing a Garden that is Perfect for You

| |
0 komentar

Choosing a Garden that is Perfect for You

If you're thinking about starting a garden, the first thing you need to
consider is what type of garden you will have. There are many different
choices and often it can be hard to pick just one, but hopefully you can
narrow it down. But by narrowing it down, you'll make the gardening
experience easier on yourself and the plants. If all your plants are
similar, then it shouldn't be very hard to care for them all. So here are
some of the main garden ideas for you to choose from.

If you're just looking for something to look nice in your yard, you'll
want a flower garden. These are usually filled with perennial flower.
Perennial flowers are flowers which stay healthy year-round. They're
basically weeds because of their hardiness, only nice looking. Different
areas and climates have different flowers which are considered perennials.
If you do a quick internet search for your area, you can probably find a
list of flowers that will bring your flower garden to life. These usually
only require work in the planting stage - after that, the flower take care
of themselves. The only downside to this is that you don't have any
product to show for it.

Another choice for your garden is to have a vegetable garden. These
usually require a little more work and research than a flower garden, but
can be much more rewarding. No matter what time of the year it is, you can
usually find one vegetable that is still prospering. That way you can have
your garden be giving you produce almost every day of the year! When
starting a vegetable garden, you should build it with the thought in mind
that you will be adding more types of veggies in later. This will help
your expandability. Once all your current crops are out of season, you
won't be stuck with almost nowhere to put the new crops. A vegetable
garden is ideal for someone who wants some produce, but doesn't want to
devote every waking hour to perfecting their garden (see below.)

One of the more difficult types of gardens to manage is a fruit garden.
It's definitely the most high-maintenance. When growing fruits, many more
pests will be attracted due to the sweetness. You not only have to deal
with having just the right dirt and fertilizer, you have to deal with
choosing a pesticide that won't kill whoever eats the fruits. Your fruit
garden will probably not produce year-round. The soil needs to be just
right for the plants to grow, and putting in another crop during its
off-season could be disastrous to its growth process. If you're willing to
put lots of work into maintaining a garden, then a fruit garden could be a
good choice for you.

So now that I've outlined some of the main garden types that people
choose, I hope you can make a good decision. Basically, the garden type
comes down to what kind of product you want, and how much work you want to
put into it. If you're looking for no product with no work, go with a
flower garden. If you want lots of delicious product, but you are willing
to spend hours in your garden each day, then go for a fruit garden. Just
make sure you don't get into something you can't handle!

Read More

Tempat Panti Pijat di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Plus Plus?)

| |
0 komentar

Beberapa malam yang lalu saya menyaksikan acara di Tv one yang berjudul Jejak Malam. Di acara jejak malam tersebut membahas mengenai panti pijat atau relaksasi. Panti pijat tersebut ternyata hanya kedok untuk beberapa tempat. Bukan hanya pijat yang mereka dapatkan tapi juga layanan plus luar dalam.

Dengan bermodalkan uang berkisar antara 100-300 ribu rupiah para pria pencari nikmat bisa mendapatkan pijatan plus-plus dari gadis-gadis cantik terapis.

Nah, ditengah acara tersebut saya sedikit ngelamun nakal berfikir. kira-kira lokasi / tempat panti pijat di daerah daerah itu dimana ya?
Dimanakah tempat panti pijat plus-plus yang ada di Kota Banjarmasin?
Karena jujur saja, di kota saya Banjarmasin sama sekali belum pernah menemukan tempat untuk panti Pijat, apalagi yang plus-plus.

Read More

Choosing and Planting Perennials

| |
0 komentar

Choosing and Planting Perennials

If you’ve been growing a vegetable garden for a while, you might be feeling slightly disgruntled at how plain it is to look at. I too began my gardening career with a vegetable garden, but I decided that it wasn’t quite as pleasing to look at as I would have liked. I heard from a friend that the use of perennial flowers could be a great way to liven up my garden without adding any extra work for me.

Perennial flowers are strong, local flowers that come back every year without having to replant or do any extra work. During their off seasons, the flowers and stems die back and you can hardly even tell the plant is there (rather than just dying and looking like hideous brown clumps in your garden). When it’s time to bloom, entirely new flowers shoot up where the old ones were.

Before deciding whether to put in perennials or not, you need to make sure that your soil has proper drainage. If the water stays saturated for long periods of time, you should build a raised bed. To test, dig a hole and fill it with water. Wait a day, and then fill it with water again. All traces of water should be gone within 10 hours. If the hole isn’t completely dry, you will need to build a raised bed.

Picking your perennials can be a complicated process. The goal should be to have them flowering as much as possible during the year, so you should create an outline of the year. Research the different types of flower you want, and create a timeline of flowering. If you plan it right, you can have a different type of flower blooming at any point in the year. Getting just the right mixture of seeds can give your yard a constantly changing array of colors.

When you go to buy the seeds from your local florist or nursery, you might be able to find a custom seed mixture for your area. This takes the really tough research part out of the job. Usually these blends are optimized for the local climate, and do great jobs of having flowers always grow in your yard. If one of these isn’t available, you can ask the employees what they think would be a good mixture. They should be happy to help you put something together which will be optimal for whatever you desire.

You should definitely use mulch when planting perennials. This will reduce the overall amount of work you have to do, by reducing the amount of weeds and increasing the water retention. Bark or pine needles work great, I have found, and depending on the rest of your yard you might have them on hand at no charge. As for fertilizer, you should use it sparingly once your plants start to come to life.

When you actually go to plant the seeds, you should put them in small, separate clumps according to the directions. This is because they tend to spread out, and if you have too many too close together then they will end up doing nothing but choking each other out. As you plant them, throw in a little bit of extremely weak fertilizer. In no time at all you should start to see flowers blooming up.

Read More

Cara Membuat Slip Gaji

| |
0 komentar

Cara membuat slip gajih

Tips membuat slip gajih
Suatu saat anda mungkin memerlukan slip gajih untuk beberapa keperluan diantaranya untuk kredit sepeda motor.
Cara membuat slip gajih cukup mudah yaitu dengan cara membuat tulisan nama anda, alamat anda , tempat anda bekerja, berapa gajih anda dan nama bos anda.

Jangan lupa sertakan tanda tangan bos anda ataupun stempel toko tempat anda bekerja (apabila anda bekerja di toko).

Atau yang lebih kompleks lagi contoh slip gajih karyawan swasta:
Contoh slip gaji karwan stasta : Gambar by www.krishand.com
Nah untuk membuat slip garji anda juga bisa mencontoh gambar slip gajih yang ada di atas atau cukup membuat slip gajih sederhana seperti yang saya contohkan di atas.

Semoga info ini tidak terlambat untuk anda ketahui.

Read More

Kontroversi Kematian Jim Morrison, Dari Nol Kembali Ke Nol Bagian 4 : Kembali Ke Nol

| |
0 komentar


Saya menerima telepon dari orang yang suka bersikap seolah-olah ia adalah manajer kami. Sebetulnya ia hanyalah seorang roadie yang kemudian kami promosikan untuk menjadi penjaga telepon, namun hal ini membuatnya besar kepala. Ia menjadi arogan. Ia bersikap ngebos terhadap para promotor pertunjukan ataupun para wartawan yang hendak minta wawancara dengan The Doors. Tapi…ya sudahlah, ia bisa dipercaya. Orang ini bernama Bill “Southbay” Sindon.

“Ray ada kabar buruk, saya baru menerima telepon dari Paris. Jim meninggal” Gila, saya pikir.  Ya karena di akhir tahun 70 dan awal tahun 1971,  paronia sedang melanda kaum muda Amerika. Kematian dan rumor mengenai kematian melanda kami semua, masuk melalui alam sadar dan meresap ke alam bawah sadar, dimana hal tersebut kemudian berkembang seperti kangker.

Di tahun yang penuh kegelapan itu semua orang meninggal….dengan cara yang berbeda-beda. Janis Joplin meninggal. Jimi Hendrix meninggal. Paul Mc Cartney juga meninggal karena berjalan di  zebra cross Abbey Road (seperti terlihat dicover album Abbey Road milik The Beatles ) tanpa sepatu—berjalan tanpa alas kaki, dengan berjas, tidak selaras dengan temannya yang lain. Jadi ia harus mati…..atau paling tidak demikianlah rumor yang berkembang. Keluarga Kennedy pada mati. Martin Luther King juga mati. Inilah pahlawan-pahlawan kita. Dunia  dengan segera dipenuhi oleh arwah-arwah tentara muda—umunya tentara Amerika atau tentara Vietnam, juga para wanita Vietnam dan anak-anak Vietnam. Orang-orang menjadi terobsesi dengan kematian. Semua menjadi terasa aneh untuk bisa dicerna oleh akal sehat, sementara rumor-rumor terus berkeliaran.

Sebagai contoh, saat kami para bintang rock sedang mengadakan pesta disebuah kawasan di Hollywood. Ganja dan Anggur murahan bertebaran. Jim seharusnya sudah berada di tempat ini, tapi seperti biasanya ia terlambat datang, Dengan tiba-tiba seseorang berlari dan berteriak.

“Oh My God ! Oh God ! Jim Morrison kecelakaan, tabrakan ! ia meninggal,”

Well, tentu saja Jim selalu menggunakan mobil “Blue Lady,” Shelbby GT 500nya. Mobil sport yang sangat laju untuk dipakai ngebut. Oleh karenanya apa yang dikatakan orang tadi sangat mungkin terjadi. Dan tak seorangpun yang tahu apa yang harus diperbuat. Berjalan dan bicara tanpa arah. Panik. “Bagaimana?” “Dimana?” “Apa yang harus kita lakukan?” “Panggil Ambulan.” “Dibawa kemana” “Ambulan itu akan tiba di sini,” “Kita tak butuh, ambulan di sini kita butuh ambulan di tempat kejadian.” “Dimana itu? Dimana dia ?” “Siapa dia?” Ternyata tak ada seorangpun yang tahu mengenai orang yang tadi berteriak-teriak. Bahkan apakah ia seorang laki-laki atau perempuan. Tidak ada seorangpun yang yakin tentang siapa orang tersebut. Gelombang perasaan takut dan ketidak berdayaan merasuk melalui tiga cakra paling bawah pada diri kami. Kami memasuki wilayah kegelapan pada diri kami, yang membuat kami dicengkram oleh rasa ketakutan.

Jim Morrison dengan GT Shelby 500 nya.

Hah, namun apa yang terjadi kemudian ? Lima menit setelah kegaduhan tersebut Jim masuk ke ruang pesta. Segar bugar dan siap berpesta. Kami berteriak, “Jesus, Jim kami mendapat kabar kamu tewas karena mengalami kecelakaan.” Ia memandang kami dengan wajah diliputi keheranan. Kemudian dia berbicara dengan mengutip kata-kata Mark Twain yang terkenal, “No, Man kabar mengenai kematian saya adalah kabar yang terlalu dibesar-besarkan.” Kami menghela nafas panjang, tertawa atas kebodohan kami, pesta dilanjutkan….jauh sampai larut malam.

Oleh karenanya ketika Sidon mengabarkan bahwa Jim meninggal lagi, saya tak mempercayainya. Dan itu bukan karena saya tak mau berpikir bahwa teman baik saya meninggal, tapi yang terbayang adalah saat-saat Jim berada di tengah pesta beberapa waktu yang lalu, Jim berdiri, senyumnya yang khas membayang diwajahnya yang tampan, seolah menikmati absurdnya ketika ia diberitakan meninggal, padahal ia masih segar bugar. Saya berpikir betapa konyolnya jika saya mempercayai kabar ini, oleh karenya saya akan menyikapinya sebagai rumor yang biasa berkeliaran saat itu, tentang banyak tokoh-tokoh ternama. Dan tentu saja saya tak perlu pergi ke Perancis untuk membuktikan kebenaran omongan Sidon.

“Saya tak percaya Bill. Dan tentunya saya tak perlu pergi ke Paris. Ingat kejadian di Pesta beberapa waktu lalu ?”

“Saya kira yang ini serius Ray,” kata Bill.

Saya terdiam sejenak, menangkap rasa panik yang terasa pada suara Sidon.

“Kalau begitu begini saja,” kata saya. “Ada penerbangan siang hari ini ke Paris kan ? Pesan tiket, kelas satu, dan pergilah ke sana.”

“Saya sudah pesan tiket itu Ray, yang saya ingin pastikan adalah kamu baik-baik saja mendengar berita ini.”

“Well, tenang saja, saya baik-baik saja kok. Sekarang berangkatlah.”

“Saya akan menghubungi kamu,” kata Sidon, “dari sana.”

“Oh ya Bill,” saya mengingatkan. “Pastikan ya, kali ini betul-betul pastikan,”dan saya menutup telepon.

***

Tiga hari kemudian, Bill menelpon.

“Kami baru saja memakamkan Jim Morrison,”kata suara dari sebrang sana.

“Siapa ini ?” saya berteriak marah kepada penelpon yang menghubungi

“Ini Bill, Bill Sindon,” “ jawab sang penelpon.

“Bill apa yang kamu maksud memakamkan? Apakah kamu tidak sedang menghayal? Apakah maksud kamu Jim betul-betul meninggal ?”

“Kali ini betul Ray.”

“Bagaiman bisa? Apa…apa yang terjadi? Maksud saya apakah ia tertabrak mobil, atau apakah ia mengalami kecelekaan ? atau ia kerobohan tembok ……

“Kami tidak tahu.”

“…..atau dibunuh ? Seseorang menembaknya atau memukuli sampai mati ?”

“Saya tidak tahu Ray. .”

“Bill apa yang kamu maksud dengan tidak tahu ?”

“Ia meninggal bukan karena sebab-sebab yang kau sebut tadi. Ia ...meninggal.”

“Jesus Kristus,” saya berusaha untuk paham. Tak masuk akal. “Apa?” “Dimana?”

“Di apartemennya. Di Bathtub.”

“Apakah ada orang yang menganiayanya, atau ada hal lain ?”

“Tidak,” kata Bill,”Dari sertifikat kematian yang diberikan oleh dokter kalau tidak salah bunyinya “jantungnya berhenti berdenyut” ya seperti itulah . Semuanya tertulis dalam bahasa Perancis, jadi saya tidak mengerti.”

“Oh, man. Well, bagaimana muka Jim kelihatannya ?”

“Saya tidak tahu Ray”

“Jika kamu sekali lagi berkata tidak tahu, akan saya cekik kamu. Saya bertanya bagaimana kelihatannya dia. Jangan katakan tidak tahu.” Dan IA KEMBALI MELEDAKAN BOM!

“Saya tidak tahu, SAYA TIDAK PERNAH MELIHAT MAYATNYA.”

“Bagaimana kamu bisa tidak melihat jasadnya ?” Rasanya saya ingin melempar gagang telepon yang saya pegang ini ke pojokan dapur, dimana saya dan Dorothy biasa makan pagi. Atau memukulkannya ke kepala Sidon. BEGITULAH KALAU MENGUTUS ANAK_ANAK UNTUK TUGAS ORANG DEWASA.

“Ia sudah ada dalam peti mati yang tertutup.”

“Kamu katakan kamu tidak pernah melihat jasad Jim ?! Mengapa tidak kamu buka peti mati tersebut ?” Saya menjadi sangat marah.

Suara Bill terdengar menggiggil. “Saya tidak bisa.”

“Mengapa kamu tidak meminta untuk membukanya? Mengapa kamu tidak berkata, Saya ingin melihat Jim Morrison, saya manajer The Doors dan saya ingin melihat jasadnya ! Mengapa kamu tidak melakukan itu ? ” Dan kemudian, hal yang tak masuk akal……..

“Saya takut” kata Bill.

“Jadi kamu mengubur peti mati?”

“Betul Ray. Kami menguburnya tadi pagi.”

“Lalu bagaimana kamu bisa yakin bahwa yang ada dalam peti tersebut adalah jasad Jim Morrison, bukan sekarung pasir ?”

“Well, uhh Pam menangis tak henti-hentinya. Dan ..uh maksud saya…Jasad Jim memang berada dalam peti mati tersebut. Saya yakin itu.”

“Oh Jesus,” tiba-tiba saya merasa sesak. Cerita yang membingungkan ini mulai menjadi jelas.

“Bill, kan saya sudah berkata kamu harus memastikan bahwa ini bukan sekedar rumor. Tapi hasilnya kok begini.” Saya berhenti sejenak, mencoba menghirup nafas, menguatkan diri menghadapi kenyataan. “Dimana…dimana ia dikuburkan ?”

“Di Paris. Kalau nggak salah di suatu tempat yang bernama Pere Lachaise cemetery. Saya tidak tahu cara pengucapannya yang benar, Ray.”

“Ah tak perlu Bill.”

“Tempatnya sangat bagus.” Kata Bill berusaha mengubah suasana. “Banyak seniman-seniman ternama dikubur di sana. Chopin dan uh.. Sarah Bendhardt dan Oscar Wilde, dan uh …. “kata Bill lagi. “Saya tidak tahu siapa lagi, namun pokoknya banyak sekali.”

“Oh bagus itu, Bill. Tapi benarkah jasad Bill yang dikubur itu ?”

“Saya kan sudah mengatakan padamu Ray , kami baru menguburnya tadi pagi.”

“Kamu mengubur peti mati yang tertutup. Kita tidak tahu siapa ini sebenarnya. Ini akan menjadi rumor dan akan banyak cerita berkembang dari sini.”

“Apa maksudmu Ray ?”

“Tak apa-apa. Suatu hari nanti kamu akan paham. Sekarang pulanglah.”

Saya kemudian meletakan gagang telepon ditempatnya. Belakangan saya tahu bahwa hanya Agnes Verda, Alain Ronay, Pam dan Sidonlah yang ada di pemakaman. Hanya empat orang dipagi yang indah di Paris. Dan ia telah tiada. Ia pergi ke Paris untuk berlibur. Dan ia mati. Sesederhana itu. Dan semembingungkan itu.

***

Kematian Jim Morrison segera kami umumkan. Media kami beri tahu. Perusahaan rekaman Elektra kami beri tahu. Pengacara kami, kami beritahu. Dan dari situlah rumor mulai bermunculan. Saya tidak ingin membuat bantahan-bantahan yang malah akan menambah ramai rumor yang berkembang. Namun jika anda membaca buku ini……mungkin anda bisa tahu beberapa rumor berkaitan dengan kematian Jim Morrison. Ia mati bunuh diri. Ia mati dibunuh orang. Dibunuh oleh CIA. Ia masih hidup dan tinggal di Afrika. Ia masih hidup dan tinggal di pedalaman Australia. Ia menjadi pendeta di Tibet. Hal-hal semacam itu. The pathetics need for the secret plots. Konspirasi dimana-mana. Kita terperangkap dalam rasa ketakutan yang berlebihan. Kita tidak memiliki keyakinan pada energi. Bahwa energi adalah kita dan menopang semua kehidupan. Kita kehilangan pemahaman mengenai perputaran hidup. Kita bahkan tidak mempercayai perputaran. Semuanya adalah satu garis lurus yang menuju kita. Kita semua harus berkembang. Kita semua harus punya tujuan. Jika orang yang mengaku beragama tidak berkembang, ia akan menjadi gila. Jika kehidupan adalah perputaran orang akan menjadi gila. Jika dia tidak naik tingkat maka ia akan jadi gila.

Dan kita memang akan menjadi gila.

Sore harinya kami berkumpul di kantor The Doors. Kami betul-betul terpukul. Semua. John, Robby dan saya., Kathy Lisciandro (sekretaris kami), Leon Barnard (publisher kami), Vince Treanor (road manajer kami) dan Danny Suggerman (Office Boy, dan belakangan akan menjadi manajer the Doors). Kami merasa hancur, remuk. Kami menunggu Jim Morrison kembali, menggarap lagu-lagu baru, berlatih bersama kami. Kami menunggu untuk bisa bermain musik lagi, album baru (lagu-lagu baru yang kami buat sangat menjanjikan), naik panggung, bergembira bersama, mendapat pengalaman baru yang luar biasa. Tiba-tiba Jim tidak hanya tidak kembali . Tapi ia juga meninggal.

Kami tidak bisa membuat karya seni bersama lagi. Kami tidak mungkin “bercinta” di atas panggung lagi. Jim dan saya tak akan pernah menggarap Dyonnasus dan Apollo dichotomy lagi. Kami berempat tak akan masuk ke wilayah itu lagi, wilayah yang suci, transedental….membuat musik the doors lagi. Semua sudah berlalu. Kami akan selalu merasa ada bagian dari diri kami yang hilang. Di sisa-sisa hidup kami.

S E L E S A I

Sebagaimana di tuturkan oleh RAY MANZAREK dalam bukunya :  LIGHT MY FIRE, MY LIFE WITH THE DOORS

Baca juga :
Sumber : http://onestopblues.com/kontroversi-kematian-jim-morrison-dari-nol-kembali-ke-nol-bagian-4-kembali-ke-nol/

Read More

Kontroversi Kematian Jim Morrison Dari Nol Kembali Ke Nol (Bagian 3) : Telepon Dari Paris

| |
0 komentar


Kepergian Jim Morrison ke Paris menimbulkan perasaan aneh. Setelah kami meluncurkan album L.A. WOMAN  album kami yang keenam dalam rentang waktu empat tahun, dan ditambah album Absolutely Live maka jumlah album yang kami hasilkan menjadi tujuh. Tujuh, adalah jumlah anak tangga untuk mencapai surga. Tujuh juga merupakan jumlah cakra—pusat energi yoga mulai dari daerah\ tulang ekor sampai ke ubun-ubun. Tujuh juga merupakan jumlah album yang harus kami buat untuk Elektra Record, sesuai dengan kontrak yang telah kami sepakati. Setelah album L.A. Woman diluncurkan, kami tak mempunyai ikatan apa-apa lagi dengan Elektra. Kami bebas dan bersih. Kami dapat mengundurkan diri, membuat kontrak dengan Atlantic Record (Ahmet Artegun berusaha mengajak kami) Atau tidak melakukan kontrak dengan siapapun, membubarkan the Doors, tinggal bersama, membuat film, menulis buku, melukis, menari atau apa saja yang kami mau. Bahkan tidak melakukan apa-apa. Mengambil cuti panjang, berpikir tentang manusia, tentang Tuhan dan mengenai  eksistensi.

Sejujurnya saya mengharap Jim menggunakan waktu liburannya untuk menjauhkan diri dari teman-temannya yang hobi minum-minum, juga dari teman-temannya yang tukang kluyuran yang selalu mendekati Jim dan selalu membawa Jim ke tempat-tempat minum. Juga dari para penjilat, dari para parasit sebagaimana saya, Robby dan John memberi istilah pada mereka: dari “teman-temannya,” suatu istilah yang akan populer beberapa tahun kemudian. Dan malam-malam tersebut selalu menjadi tanggungan Jim. Jim selalu mentraktir. Selalu memanjakan orang-orang disekitarnya, sementara orang-orang tersebut hanya merongrong, membuat Jim tak mampu berkarya sebagai seorang penyair.

Bersama mereka waktu dan energi Jim habis di Bar. Minum-minum yang berlebihan membuatnya lupa diri. Apalagi teman-temannya itu akan selalu tertawa berlebihan ketika Jim bercanda. Jim makin lupa diri. Elvis punya teman-teman seperti ini. Mereka biasa disebut mafia Memphis. Jim juga punya. Kami menyebutnya mafia Santa Monica.

Para pemain The Doors tentu tidak anti minum, tapi Jim minum berlebihan di antara teman-teman penjilatnya. Jika pergi ke Perancis mudah-mudahan ia bisa menjauh dari teman-temannya tersebut....

Di tengah orang-orang seperti ini, Jim tak akan bisa melahirkan suatu karya. Tidak mampu berkreasi. Mustinya ia bisa menghasilkan bait-bait baru yang indah, bukan menggunakan waktunya untuk ngobrol-ngobrol tanpa isi dan pulang ke tempat Pam menjelang dini hari. Berapa banyak ide bagusnya yang terbuang karena ia lebih suka tenggelam dengan kebiasaan minumnya. Berapa banyak puisinya terbuang karena kebiasaan buruknya ini, ditengah orang-orang yang membuai dia yang hanya berpikiran kapan mereka mendapat jatah minum dari Jim.

Mereka adalah hal yang menyakitkan bagi Pam Curson. Kekasih sekaligus belahan hati Jim. Pam selalu marah karena Jim selalu keluyuran dan mabuk-mabukan bersama teman-temannya. Bersama teman-temannya tersebut Jim sering pergi berhari-hari untuk kemudian balik lagi kepada Pam seolah tak terjadi apa-apa. Menurut pandangan saya hubungan mereka awet tapi didalamnya menyakitkan. However volatile to the point of self immolation would be more to the truth.

….. and our love become funeral pyre

Maka agar semuanya enak bagi Pam, atas saran Pam, Jim akan berlibur di Paris bersama Pam.

Hey, itu nampaknya sebuah ide bagus, paling tidak pada situasi saat itu. Paris adalah kota yang penuh cahaya— and he could certainly use an infusion of luminosity into that shadow world of his—kota bagi para seniman. Ia bisa menjadi seorang bohemian masa depan yang ideal, seorang Amerika di Paris. Banyak seniman-seniman besar yang pernah berada di sana. Mengapa Jim tidak ? Earnest Hemingway, F Scott Fitzgerald, Henry Miller, Jim Morrison. Wow, saya sangat suka rangkaian nama nama itu. Suatu kumpulan nama yang sangat bagus.

Dan inspirasi bisa muncul dari kota seperti Paris. Saya ingin Jim pergi ke Paris dan mulai menulis lagi. Lupakan status dirinya sebagai rock star. Inilah saatnya ia kembali menjadi seniman. Seperti dimasa awal. Saat musim panas 1965. Saat kami masih muda dan dipenuhi rasa idealisme, penuh energi dan siap mengubah dunia. Saya ingin Jim kembali seperti itu. Peka, peduli, jenaka-orang yang sama-sama duduk di pantai Venice bersama saya enam tahun yang lalu. Orang yang mendirikan The Doors bersama saya. Orang yang merupakan penyair terbaik yang saya kenal (penyair legendaris Michael McClure pernah menyebut Jim sebagai penyair terbaik pada jamannya). Jim adalah seorang seniman, dan Jim adalah teman saya

“Oke. Sampai bertemu lagi,” kata Jim, dengan aksen daerah Selatan mewarnai katanya—suatu aksen yang berasal dari masa kanak-kanaknya di Florida. Suatu hal yang bisa muncul saat dia merasa tertekan or silly joy. Atau kadang-kadang, namun belakangan lebih sering, di saat ia kerasukan akibat terlalu banyak minum Wild Turkey, dan ia berubah menjadi seorang manusia yang tidak saya kenal. Dan Ia pergi begitu saja. Meninggalkan sesi rekaman. John, Robby dan saya hanya bisa saling pandang, tertegun. Yang bisa kami lakukan akhirnya hanyalah mengangkat bahu.

“Saya pikir itu ide bagus,” kata Robby.

“Kelihatannya begitu,” kata saya sepakat. “Paris dan seniman kelihatannya cocok.”

“Mungkin di sana ia bisa merenung untuk menghasilkan karya-karya yang bagus,” kata Robby berharap.

“Namun bagaimana kalau ia malah tak bisa berhenti minum-minum? Ia malah tak bisa menghasilkan karya yang bagus lagi.” John nampak khawatir.

“Jangan khawatir John,” kata saya berusaha untuk menghapus kekhawatiran John.” Di Paris Jim akan lebih mudah menemukan syair. Jim akan berkarya di sana.”

“Yeah,” kata John sambil menghela nafas. “Lalu bagaimana dengan Jimbo?’

Kami terdiam sejenak. Hening. Rasa ketakutan tiba-tiba terasa menyergap kami. John memecah keheningan, sekali lagi dengan melepaskan batuk-batuk dari rasa gelisahnya. Kami kemudian berusaha untuk bekerja kembali. Tapi tidak mungkin. Menyelesaikan L.A. Woman tanpa Jim harus dilakukan pada hari lain. Pada saat itu kami sungguh tidak tahu bahwa itu adalah hari terakhir kami bertemu Jim.

Dua bulan telah berlalu, kami tak mendapat kabar apapun dari Jim. Sementara L.A Woman telah dirilis dan orang mengatakan bahwa The Doors telah kembali. Para kritikus menyukai. “The Doors Is Back!” “Gabungan yang unik antara power dan presisi !” “Raw& Real !” “Lirik yang dibuat oleh Jim Morrison sangat menyentuh.” Sementara single pertama dari album ini, sebuah lagu indah yang dibuat untuk mengenang suatu pertengkaran antara Robby Krieger dan kekasihnya “Love Her Madly” menjadi hit. Sering diputar di radio. Sedangkan lagu-lagu intelektual dari kami yang mempunyai durasi panjang ( kami biasa menyebutnya sebagai “epic”) diwakili oleh lagu “Riders On The Storm,” dan “L.A. Woman,” sedangkan “Been Down So Long” dan “Maggie M’ Gill” mewakili karya kami yang berakar blues. Semua terasa memuaskan, kecuali satu hal……tidak hadirnya Jim Morrison.

Kami mulai rindu untuk main musik lagi. Oleh karenanya kami melakukan latihan bersama, mencoba beberapa lagu baru lagi. Membuat musik secara bersama. Robby memiliki beberapa lagu baru. Sedangkan John dan saya mulai mencoba membuat lagu lagi pada saat kami melakukan latihan itu. Latihan berjalan dengan baik, kami banyak dimintai waktu untuk melakukan wawancara mengenai album L.A. Woman. Pemilik perusahaan rekaman Elektra tersenyum lebar atas kesuksesan album ini. Mereka kemudian menawarkan tur pada The Doors, mereka tidak tahu bahwa Jim berada di Paris. Kami sebetulnya tidak merahasiakan kepergian Jim ke Paris, tapi kami juga merasa tidak perlu mengabarkan hal ini pada orang, kecuali orang dekatnya. Hingga semuanya berkembang apa adanya namun terkendali

John akhirnya berkata dengan tidak sabar, “ Saya akan menghubungi dia” “Buat apa?” Timpal saya. “Biar saja dia di sana untuk sementara waktu. Ia tidak mau diganggu siapapun. Ia akan menghubungi kita jika ia sudah merasa perlu.” John mundar-mandir di ruang latihan, tak mampu mengendalikan rasa gelisahnya. “Saya harus pergi sekarang,” katanya. Ajaib, keesokan harinya Jim menelpon John.

Dan sehari setelah itu John memberi tahu saya dan Robby. Semua baik-baik saja. Jim merasa betah di sana. Merasa nyaman. Jim juga telah mencukur jambang dan janggutnya. Ia merasa senang atas tanggapan para kritikus musik tentang album L.A. Woman, dan yang paling melegakan ia juga sudah ingin main musik lagi.

“Begitu saya tiba kembali, kita harus segera naik panggung lagi,” katanya. “Saya ingin memainkan lagu-lagu yang ada pada album baru kita secara live. Kita belum pernah memiliki kesempatan melakukan itu.”

“Persis,” kata John dengan sangat antusias. “Dan kamu tahu tidak Jim, kita bisa membawa pemain bas pada pertunjukan kita. Mungkin juga seorang pemain rhythm guitar seperti di album. Ray, Robby dan Ray sudah membicarakan hal itu.”

“Kita bawa saja pemain bas yang ada pada album itu.” Kata Jim yang rupanya menangkap antusiasme John.”Siapa namanya?”

“Jerry….Jerry Scheff,” kata John lewat sambungan jarak jauh.” Kita juga bisa bawa yang lainnya.”

“Well, asyik John. Kalau begitu kita bikn tur kecil saja. Bagaimana pendapatmu ?”

“Kapan ?”

“Ya jika saya sudah kembali.”

“Kapan itu?”

“Saya belum tahu …saya masih betah di sini.” Jim menjawab, “Saya akan berada di sini sementara waktu.”

“Well, baiklah,” kata John “Saya akan katakan pada teman-teman.”

“Good, sampaikan salam saya pada mereka.” jawab Jim.

KLIK.

Itulah kabar terakhir dari Jim yang kami terima. Pada saat itu adalah awal Juni. Sebulan kemudian, tepatnya tanggal 3 Juli Jim meninggalkan kita semua, oleh sebab yang disebut hal-hal yang misterius.

Bersambung Bagian IV

Sumber : http://onestopblues.com/kontroversi-kematian-jim-morrison-dari-nol-kembali-ke-nol-3-telepon-dari-paris/

Read More

Kontroversi Kematian Jim Morrison, Dari Nol Kembali Ke Nol ( Bagian 2) : Menjemput Kematian

| |
0 komentar

Sambungan dari Kontroversi Kematian Jim Morisson, Dari Nol Kembali Ke Nol : Bagian I

Terakhir saya bertemu Jim Morrison adalah pada musim gugur 1971 , di studio rekaman-yang terletak di 8512 Santa Monica Boulevard, pojokan La Canega dan Santa Monica. Tempat ini tadinya merupakan kantor sekaligus tempat workshop untuk The Doors, tapi telah kami ubah menjadi studio rekaman untuk penggarapan album L A Woman. Kami sudah mengenal akustik ruang ini . Kami merasa nyaman berada di ruang ini. Ruang ini telah biasa digunakan sebagai tempat bercengkrama, minum-minum, berfilsafat dan mengisap ganja. Dan saat ini kami akan menjadi produser untuk rekaman kami.

Paul Rotchild telah mengundurkan diri dari proyek ini. Ia mempunyai cara yang unik untuk membuat kami termotivasi. Ia adalah seorang spekulan sejati. “Saya jenuh,” katanya. “Jika hal ini adalah hal terbaik yang bisa kalian lakukan. Saya akan pergi. Saya yakin kalian bisa mengerjakan hal ini.” Ia kemudian melangkah ke luar di saat kami sedang melakukan latihan. Yeah ! Mengerjakan sendiri ? Well… mengapa tidak ?! Kami bisa menggerjakan ini. Kami memiliki kemampuan. Bruce Botnick sebagai co produser. Tentu saja seperti halnya kami Brucepun masih nol pengalaman. Tapi ia sudah kenal baik sound kami. Ia paham apa yang kami maui. Ia telah menjadi sound engineer the Door sejak album the Door yang pertama. Ia punya peran besar dalam mewujudkan sound the Door dan sekarang menjadi co produser.


Kami membuat suatu lompatan besar – John, Robby, Jim, Ray dan Bruce Bitnick. Kami akan berdiri di atas kami sendiri. A crytically and aesthatecally sucessfull undertaking. Energinya berpihak pada kami.

Bruce mendorong perangkat rekaman delapan track menyebrangi La Nega Boulevard dari perusahaan rekaman Elektra yang letaknya tak terlalu jauh dari kantor The Doors. Selain itu ada juga kabel-kabel, mike, baffles, beberapa amplifier…..dan sebuah amplifier tabung yang besar, sudah berumur dari Sunset Studio, tempat dimana kami mengerjakan dua album awal The Doors, The Doors dan Strange Day. Pada masa itu sudah tidak ada orang yang mau menggunakan ampli tabung besar seperti itu untuk rekaman. Sudah dianggap kuno. Tapi bagi kami ampli tersebut sangat berguna, karena soundnya yang warm, full dan rich. Tampilannya memang mengingatkan kita pada ampli pada era bigbandnya Gene Krupa. Dengan alat pemutar volume sebesar jengkol, tidak ada alat pengatur volume dengan sistim geser. Kita bisa menggegam alat putar volume itu dengan tangan. Rasanya mantap. Seperinya kita menjadi kesinambungan seniman-seniman musik periode lalu, mengembangkan seni rekaman tapi tetap mempertahankan cita rasa tradisi. Dan semuanya hanya terdiri dari dua warna silver dan hitam dihiasi dengan indikator yang menuju bagian merah, memandu kami mendapatkan sound yang optimal. Dan ampli ini tidak pernah membuat kami kecewa.

Kami menempatkan semua instrumen musik di lantai bawah, menempatkan perangkat mixer sedikit tersembunyi, menempatkan mike-mike di depan ampli, menempatkan mike Jim Morrison di tempat agak terpisah - the downstairs bathroom -  menempatkan perangkat rekaman delapan track di lantai atas, ruang kantor kami, dengan perangkat kabel yang dijulurkan dari lantai bawah melalui anak tangga untuk kemudian dihubungkan dengan perangkat rekaman di atas. Wuaa…studio rekaman sudah ada di kantor kami.

Are you a lucky little lady in the City Of Light.

Or Jus Another Angel

City Of Night

City Of Night

City Of Night

City Of Night!

Dan kami menggoyang ruang kecil ini dengan musik kami. Memproses lagu-lagu kami. Did a Jacob on the Angel of creativity, and caught the muse. Semuanya berjalan lancar dan bentuk akhirnya terlihat makin nyata. Jim telah menyelesaikan hampir semua tugasnya pada bagian vokal. Yang belum adalah membisikan vokalnya pada lagu Riders On The Storm - usai bait terakhir.

Riders On The Storm

Riders On The Storm

Into The House We’re Born

Into This World We’re Thrown

Like A Dog Without Bone

An Actor Out on loan

Riders On The Storm

Kemudian Jim menyelesaikan tugasnya, bisikan vokalnya yang getir di belakang bait tersebut.

Riders On The Storm

Riders On The Storm

Dan terasa menyeramkan. Seharusnya saya sadar bahwa ini adalah suatu pertanda. Kami telah menyelesaikan rekaman kami dan ia datang ke ruang kendali rekaman di latai atas. Semua berpendapat vocal Jim luar biasa. Jim juga merasa puas dengan apa yang telah ia lakukan.

“Saya suka effek dalam lagu tersebut,” kata Jim. “Ide yang bagus, Ray.”

Tiba-tiba Robby berkata :”Kalian tahu, lagu tersebut seperti membawa saya ke tengah padang pasir, saya melihat petir yang besar…di kejauhan. Bagaimana kalau kita tambahkan efek suara petir dan bunyi hujan ?! Yang bisa membawa pendengar ke tempat yang saya rasakan tadi.”

Botnick berkata : “Saya memiliki banyak koleksi sound efect. Kita lihat apa yang bisa kita temukan,”

Jim hanya berdiri sambil menggumamkan melody lagu tersebut untuk dirinya…dan tersenyum. The Doors dalam kebersamaan, di studio, membuat musik. Semua terasa oke. Semua terasa lancar. Kami tahu itu dan kami sama-sama tersenyum pada diri kami sendiri. Seperti halnya Jim yang juga tersenyum pada dirinya.

Dan tiba-tiba Jim melempar bom !

“Saya akan pergi ke Paris,” katanya.

Hening. Roda jiwa mulai berputar. Keraguan, firasat, kengerian menyelimuti ruang di mana kami berada. A dark green thing attached itself to the base of my spine. Bruce dan Robby untuk sesaat berdiri terpaku. John terbatuk batuk gelisah, tak tahan dengan suasana yang mencekam.

“Kita sudah betul-betul hampir menyelesaikan pekerjaan kita,” Jim melanjutkan kata-katanya. “Proses mixing sebagian besar telah kita selesaikan. Semua hasilnya kelihatan memuaskan. Mengapa tidak diselesaikan saja sisanya oleh kalian semua. Saya akan berangkat ke Paris dalam dua hari ini. Pam sudah berada di sana. Ia punya apartemen dan semua sudah dipersiapkan. Saya akan tinggal bersamanya di sana.”

Dan itulah. Suatu pernyataan sederhana dan polos telah diungkapkan. Akhir kebersamaan kami sedang diputuskan. Tapi saat itu kami belum tahu. Tak seorangpun yang tahu. Tidak pada saat itu. Tidak ditengah-tengah kami sedang melakukan proses kreatif. Di tengah-tengah rasa persaudaraan. Di tengah-tengah kesenian. Yang saya tahu saya merasa tidak enak. Perasaan tidak enak itu menjalar keperut saya. Ini tidak beres.

Something’s wrong, something’s not quite right

Jim biasanya selalu terlibat dalam proses mixing akhir. Itulah saat dimana segala kreatifitas dan kerja keras kami menemukan bentuk akhinya. Saat kita menyempurnakan segala sesuatunya. Seberapa besar volumenya, seting Eqnya, penempatan instrumen dalam sound yang kita inginkan, the sugnal processing device, editing, semua harus oke untuk kemudian kita padukan dalam pita dua track. Menghasilkan rekaman akhir. Rekaman yang kemudian akan didengar orang dirumah. Bayi kami.

Ini adalah kelahiran bayi kami. Setelah pergulatan berbulan-bulan. Dari mulai menemukan inspirasi awal, saat menggodoknya dalam latihan, to seducing the muse of each piece, menanamkan esensi, sampai akhir siap dipindahkan kepita rekaman, malam demi malam pengerjaan proses rekaman, tryng to get the muse to come back and make love to us one more time while the tape machine was running (oh, she is fickle and demanding of surrender and can never be fooled or tricked into appearing), merekam vocal, sampi ke overdub piano dan permainan slide guitar.

Dan Jim akan pergi ke Perancis sebelum ia mendengar hasil akhir, album yang telah selesai—sebelum ia mengetahui bagaimana bentuk akhir dari suatu proses yang telah kita kerjakan bersama-sama, bermingu-minggu, berbulan-bulan, jadinya seperti apa ?

Seharusnya saya tahu.

Ada yang tidak beres. Saya tidak tahu apa, namun ada yang tidak beres. Tapi saya mencoba tegar. Mungkin karena, dalam hati saya yang terdalam, saya berpikir perjalanan yang akan dilakukan Jim adalah suatu ide baik.

“Paris, huh ?” kata saya. “Menarik sekali. Itu suatu tempat yang bagus untuk refreshing beberapa waktu.”

“Ya, saya pikir juga begitu.”

“Berapa lama, uhh….berama lama rencananya kamu akan berada di sana?”

“Aku tidak tahu Ray,” kata Jim berkata, sementara matanya seperti menerawang jauh. Jauh sekali. Tidak berada di sana, tapi melihat semuanya. Terutama tragedi, rentannya kehidupan.

All My Life’s Torn Curtain

All My mind come trumbling down

“Saya tak punya rencana sama sekali,” kata Jim lagi, “Saya hanya butuh istirahat. Beberapa waktu untuk diri saya. Beberapa bulan, enam bulan. Mungkin satu tahun. Siapa tahu ? Saya sendiri belum tahu.

“Hal ini bisa memberimu kesempatan untuk menggarap catatan-catatan yang dibuat di Miami.,” Saya memberi dorongan. “Saya ingin membaca kalau sudah jadi buku.” Buku itu tadinya akan berjudul Observation On America, While On Trial for Obscenity.

Ia tersenyum. “Saya akan memarahi mereka. Kali ini adalah giliran saya.”

“A new de Tocqueville,” kata saya. “Kita butuh satu untuk abad 20 ini.”

Ia hanya tersenyum that sheepish little-boygrin of his dan menjulurkan tangannya kepada saya. “Ah Ray.” Katanya.

“Hey, kamu pasti bisa. Siapa lagi kalau bukan kamu ?


Bersambung Bagian III

Sumber : http://onestopblues.com/kontroversi-kematian-jim-morisson-dari-nol-kembali-ke-nol-bagian-2-pertemuan-terakhir/

Read More

Kontroversi Kematian Jim Morrison : Dari Nol Kembali Ke Nol (Bagian 1)

| |
0 komentar

Kematian vocalis the Doors, pada tanggal 3 Juli 1971 di Paris tetap jadi kontroversi hingga sekarang. Bunuh diri, over dosis, dibunuh oleh CIA atau sebab-sebab lain. Saya memperoleh buku tentang The Doors, berjudul LIGHT MY FIRE, MY LIFE WITH THE DOORS yang ditulis oleh RAY MANZAREK, pemain keyboard, sekaligus arsitek musik The Doors. Pada bab pertama, dari buku yang terdiri dari 20 bab ini adalah membahas kematian Jim Morrison. Kematian Jim Morrison di mata Ray Manzarek. Pertemuan terakhir dengan Jim Morrisson, Album apa yang sedang mereka garap, paranoia apa yang melanda selebritis muda di awal tahun 70 an, dan hal-hal lain. Bab tentang kematian Jim Morrison, saya bagi empat bagian, dan bagian pertama adalah yang di bawah ini, sedangkan bagian dua, sampai empat, ada di halaman lain blog ini. Selamat menikmati.

Kami tidak tahu apa yang menjadi penyebab kematian Jim Morrison di Paris. Sejujurnya kami memang tidak akan pernah tahu. Rumor, kebohongan, rekayasa menyelimuti kebenaran. Terlalu banyak teori yang bertentangan. Ia pergi ke bioskop (seperti kata Oswald). Tidak ia tidak pergi ke bioskop, ia pergi ke bar yang bernama Rock ‘n’ roll Circus, bar dengan selera rendahan, tidak seperti Van Gouh Cafe . …”bar dimana orang bisa menjadi gila atau berbuat kriminal.”

We could plan a murder, or start a religion

Ia tidak pergi ke Rock ‘n’ roll Circus, ia di rumah bersama Pam. Tidak ia dibawa pergi oleh tiga orang pria Perancis petang itu. Comatose. Ia mengkonsumsi heroin (sepengatahuan saya Jim tidak pernah mengkonsumsi heroin, yang pasti tidak ketika ia berada di Amerika. Namun Pam memang pemakai. Lalu pada umumnya orang yang tadinya sekedar mencoba-coba biasanya menjadi ketagihan….betulkah ?). Tidak. Ia mabuk. Mereka membaringkannya ditempat tidur. Tidak, ia sama sekali tidak keluar rumah. Ia sakit. Sehari sebelumnya Ia memeriksakan dirinya ke dokter. Flu berat. Pam sedang memasak untuk makan malam mereka berdua. Tidak. Mereka berdua makan malam di luar dan clubbing sepanjang malam. Tidak . Ia tidur lebih awal, terbangun di tengah malam, merasa kurang enak badan, merasa perlu mandi dengan air hangat, untuk menyegarkan diri….setiap orang nampaknya sepakat tentang manfaat air. The Liquid, the water of of Unconcious. The Womb. An Immersion. A Baptism. A Cleansing. The Sublime rest in the waters of Mother. Pam bahkan tidak ada di sana. Ia keluar untuk menemui pangerannya. Orang yang akan ditemui ini selalu menganggap dirinya pangeran. Seorang bangsawan. Pam sangat menyukai hal tersebut. Berbincang dengan orang yang lebih tinggi derajatnya. Nama orang tersebut tak mungkin diucapkan. Kami tidak bisa berbahasa Perancis. Kami orang Amerika. Kami faham mengenai seni, mengenai musik, mengenai film, namun kami idak faham bahasa Perancis. Siapa nama pangeran itu, sampai hari ini saya tidak tahu. Yang saya tahu, ia adalah rival Jim Morrison dalam merebut hati Pam. Namun sang Pangeran akhirnya juga mati. Akibat mengkonsumsi heroin.

Tidak Pam ada di kamar bersama Jim, ia tidak akan meninggalkan Jim jika Jim merasa tidak enak badan. Tidak, Jim ada di kamar mandi. Ia meneriakan kata-kata terakhir dari kamar mandi. Pam bisa mendengar karena pintu kamar mandi dibiarkan terbuka (Saya bertemu Pam setahun kemudian di Restauran yang terletak di pinggir laut di Mario, di sebrang jembatan San Fransisco. Ia betul-betul terpukul. Hancur. Saya hanya bisa merangkulnya, dan berusaha membuat dirinya nyaman. Rasanya tidak mungkin menanyakan sesuatu yang sebetulnya perlu ditanyakan padanya, “Apa yang terjadi pada dia ?” Ia sedang menangis. Ia hanya bisa mengatakan betapa besar cintanya pada Jim. Betapa dirinya merasa kehilangan, betapa sepinya dunia tanpa Jim. Namun kemudian dia berkata, “Tahukah kamu apa kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya ?” Saya bicara dalam hati, “More Light,” atau mungkin “Eureka” atau yang paling baik dari semuanya adalah …...”One”

Saya berkata,”Tidak, Pam. Apa yang ia katakan ?”

Ia menatap saya, air mata berlinang di pipinya, jatuh, hancur…….”Pam kamu masih di situ?” ucapnya. Lalu ia mengulang lagi. Lembut, dengan suara kekanak-kanakannya seolah bicara pada dirinya sendiri “Pam kamu masih di situ?”

“Indah sekali,” kata saya, berusaha memberi kenyamanan pada gadis yang sedang merasa kehilangan ini. “Kata-kata terakhirnya adalah tentang kamu.” Dan tangisnyapun pecah lagi )

Dan yang jelas ia tertidur. Mungkin merasa nyaman dan bahagia. Ia merasa kekasihnya ada bersama dirinya. Ia berada di Paris. Ia muda dan cantik. Kekasihnya adalah seorang artis terkenal dan berniat menulis lagu. Dan ia akan jadi kesayangan kekasihnya. Namun ia terjaga, satu dua jam kemudian. Jim tidak ada bersamanya. Dalam ketakutan ia berlari ke kamar mandi.

Now run to the miror in the bathroom. Look

Dan hal yang paling ia takuti jadi kenyataan. Kekasihnya meninggal. Dan pikirannya mulai melayang. Berat. Emosinya menjadi tidak terkendali. Kata-kata bermunculan dalam dirinya. “Sendiri! Tak Pernah lagi ! Kosong ! Peluk Aku ! Kesalahanku ! Ia tidak akan pernah memeluk saya lagi ! Kesalahanku ! Bingung ! Takut! Oh Tuhan mengapa mengapa ? Jim!

Dalam kepanikannya ia memanggil pangerannya (siapa lagi yang bisa diminta bantuannya?) Dan Ia datang ke Apartemen yang ditempati oleh Pamela dan Jim di Marais. Tapi…. ini agak aneh. Ia datang ke Apartemen bersama Marriane Faithfull (saingan Pam?). Tidak ia tidak datang bersama Marianne. Marraine mengabarkan, ia tidak datang ke Marais. Lalu siapa yang ada di sana? Apakah sang pangeran ada di sana. Tidak. Pam tidak pernah menelpon sang pangeran. Ia menghubungi Alan Romay, teman semasa di UCLA, dan Agnes Verda, teman, yang berprofesi sebagai pembuat film. Merekalah yang mengurus segalanya. Menelpon Polisi. Polisi datang jam 9 pagi. Tidak Polisi datang jam 5 pagi. Siapa tahu ?

Belakangan ada kabar bahwa Jim meninggal dengan menyungging senyum diwajahnya. Saya suka hal ini. Apapun yang terjadi padanya, yang penting ia pergi dengan bahagia.

Death Old Friend

Bukankah ada yang berkata bahwa kematian itu menyenangkan ? ya roh Jim layak keluar dengan nyaman, karena semua tekanan, kesakitan, percobaan, kegelapan malam demi malam yang harus dilalui oleh jiwa yang masih muda, he deserved to leap upward, into the loam, with a satyr’s leer covering his now smooth and substantial Jowls.

Tidak. Ia sama sekali tidak mati. Ia sedang memerankan kematiannya. Bukan kah Agnes Verda sedang melakukan penelitian mengenai kisah seorang Perancis, yang berprofesi sebagai akuntan, yang sedang memerankan kematiannya dan menghilang di Marquesas pada tahun 20 an? Dengan sebongkah benda yang beratnya sekitar 75 kg, di peti mati dan sebuah sertifikat kematian—ditambah seorang dokter berkebangsaan Al Zajair, yang dibayar US $ 5000, suatu jumlah yang fantastis di tahun 1971. Keterlibatan satu atau dua orang teman Perancis. Mungkin mereka pembuat film, untuk membuat pengaturan-pengaturan yang diperlukan. Well, semua mungkin terjadi di Paris !

Lalu bagaimana ceritanya ? Akankah kita bisa mengetahui hal yang sebenarnya ? Apkah kita memang ingin tahu apa yang sebetulnya terjadi ? Apakah kita memang butuh tahu apa yang sebenarnya terjadi ? Dan Mengapa ? Maksud saya apa bedanya sebab-sebab kematiannya, sejauh matinya bukan karena pembunuhan ? Masalahnya bukanlah pada cara bagaimana seorang artis meninggalkan dunia ini. Masalahnya adalah SENI. Senilah satu-satunya masalah. Inilah yang kami kerjakan. Jim adalah seorang artis. Ia ingin anda mendengarkan kata-katanya. Ia ingin membawa kata-katanya ke dalam diri anda. Di tempat-tempat yang dalam. Tempat-tempat rahasia. Bagian-bagian yang paling dalam dimana jiwa kekanak-kanakan tinggal. Yang luar biasa. Yang menakutkan Yang lunak. Yang manis, delicate dan lembut. Kira berada dalam sebuah kapal yang sama. Kita semua punya make up internal yang sama. Dan kita semua ketakutan.

Namun seni adalah juru selamat kami. Kami menjadi kreator. Kami adalah penemu. Dan semua kenikmatan, dan pelarian dan locatan besar keluar dari diri kami—keluar dari lingkaran tertutup yang selalu terjadi—keluar dari tempurung dan kekangan ego kami, keluar menuju “wilayah yang lebih bersih dan lebih murni,” Seperti yang pernah dikatakan oleh Jim, Itulah tujuan yang pas bagi kami. Untuk menjadi kreator-kreator pencerahan. Mengetahui ke-esa-an dari segala hal. Yang suci dan yang abadi ( “Tat tvam asi,” “You Are That,” seperti orang India katakan). ……… Membuat pilihan untuk berkreasi. Membuat pilihan untuk keluar. Kami semua adalah kreator. Dan keberadaan ini adalah kreasi kami. Milik kami dan kita bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi !

Itulah seni ! Bagi saya, itulah esensi membuat musik. Memetik nada-nada dari alam. Dan bagi Jim adalah memetik kata-kata dari alam. Kemudian menempatkan kata-kata tersebut dalam pendekatan yang imaginatif. Gambaran-gambaran. Dalam dan menembus. Pengakuan. Kadang biasa, sering sangat dalam. Tak pernah tanpa arti. Dan biasanya mempunyai banyak makna. Saya suka mendengar kata-katanya. Betapa dalam dan bermakna.
O great creator of being, grant us one more hour

to perform our art and perfect ourlives

Saya ingin kata-kata di atas tertulis di batu nisannya

Coda Queen be my bride

Rage In darknes by myside

Seize the summer in your pride

Let’s ride !

Kata-kata di atas untuk Pam

Wild Child, natural child

Not your mother’s or your father’s child;

You’re our child, screaming wild

Kata-kata di atas untuk Danny

Well, she is fashionably lean,

And She’s fashionably late,

She’ll never rank a scene,

She’ll never break a date,

But she’s no drag,

Just watch the way she walks

She’s twentieth-century fox

Kata kata di atas untuk Dorothy

Persian Night, babe

See the Light, babe

Jesus !

Save Us !

Yang ini untuk Jim

I love the friends I have gathered together in this this

Raft. We have constructed pyramids ini honor of our escaping.

Itu adalah untuk John dan Robby

Lost in a Roman wilderness of pain

And all of the childrens are insane,

Waiting for the summer rain

Itu adalah untuk kami semua

Kata-katanya. Selalu bernuansa magis. A refuge from the howling madness of the night. Saya tahu kami adalah manusia, kuat, bagus dan suci ketika membaca kata-katanya. Kami tahu kami bisa menghadapi semua teror itu. Kata-katanya membuktikan potensinya untuk berkreasi. Atas kehendak seni berkreasi. Dari kemampuan kami untuk meloncat ke atas, keluar dari limpur, menuju pusat energi yang besar berwarna keemasan yang hangat dan melindungi kita. Matahari. Lingkaran yang melebur. Itulah manifestasi tindakan kreasi murni kami, when we willed existence into exiztence. Energi. Suci dan manusiawi. Milik kami. Semua milik kita. Dan kata-kata Jim. Untuk kita. Semua untuk kita.

In that year we had an intense visilation of energy

Masa itu berlangsung antara musim panas 1965 sampai dengan tanggal 3 July, 1971

Bersambung Bagian II

sumber : http://onestopblues.com/kontroversi-kematian-jim-morrison-dari-nol-kembali-ke-nol-bagian-1/

Read More

Mencari Muara Ajaran Syekh Siti Jenar

| |
0 komentar

Syekh Siti Jenar (SSJ) adalah nama yang tak pernah lekang. Ungkapan itu tidaklah berlebihan, apabila kita mau mencari buku-buku, maupun babad yang pernah diterbitkan. Kepopuleran SSJ di masyarakat setingkat dengan kepopuleran Wali Songo, hanya saja ajaran SSJ dianggap ‘sesat’ lantaran ajaran ‘Manunggaling Kawula Gusti’ (MKG) atau dalam bahasa Arabnya Wahdatul Wujudnya telah melawan syariat agama Islam. Betulkah demikian? Lalu dari mana ajaran SSJ itu bermula?

Tulisan ini hanya akan mendeteksi kesinambungan ajaran MKG bahwa ajaran itu merupakan pengaruh dari ajaran Al Hallaj maupun Ibn Arabi.

SSJ lahir di Cirebon, Jawa Barat. Ia putera seorang raja pendeta. Ayahnya bernama Resi Bungsu 1).( Prof. Dr. Abdul Munir Mulkan, SU, Makrifat Siti Jenar, Grafindo, Jakarta,2005). Nama asli SSJ adalah Ali Hasan alias Abdul Jalil. Mengenai tahun kelahirannya sulit terlacak.

Menurut Agus Sunyoto, pengarang ‘Suluk Malang Sungsang SSJ’, dalam suatu diskusi tentang SSJ menjelaskan bahwa Tarikat Akmaliyah meyakini bahwa guru mereka yang bernama SSJ, memang benar berasal dari Cirebon.

Ada yang unik dalam pengajaran SSJ, karena tidak lazim pengajaran suatu tarikat mengajarkan dua pengetahuan sekaligus, yaitu Qalb dan Aql. Aql adalah pengetahuan analitis yang bertolak dari akal, atau penalaran. Sementara Qalb, seperti umumnya diajarkan pada tarekat-tarekat adalah pengetahuan yang didapat dari intuisi supra-rasional berbagai Realitas Transenden yang berhubungan dengan manusia. Pengetahuan ini bersifat normatif dan nonmaterialistik. Pengetahuan ini berasal dari ‘pengalaman langsung’ yang terkait dengan dzauq (rasa). Ilmu pengetahuan ini dibangun dan dikembangkan di atas tradisi para penempuh jalan ruhani dalam menuju Allah.

SSJ mengajarkan Sasahidan, yaitu faham mistik yang sering dihubungkan dengan ajaran ‘manunggaling kawula-gusti, jumbuhing kawula-gusti, sangkan paraning dumadi yang secara keliru dikaitkan dengan ajaran ittihad, hulul, wahdat al-wujud, istighraq tang panteistik. Padahal ajaran Sasahidan yang disampaikan SSJ adalah faham mistik yang tidak sederhana didefinisan dengan panteistik, monistik dan pantaestik sekaligus jika didefiniskan secara umum.

Di dalam Sasahidan, SSJ mengajarkan Tuhan sebagai Dzat Wajibul Wujud yang ingin diketahui keberadaan-Nya mencipta mahluk dengan pewahyuan Tuhan sendiri melalui tujuh tahap. Ajaran ini disebut martabat tujuh, yang berangkat dari tajalli (penampakan) Tuhan melalui tingkatan-tingkatan atau martabat, dimana pewahyuan Diri dari Yang Satu bertajalli dalam keadaan Bersatu (al Ahadiyah), hal ini bisa dikatakan bahwa Tuhan telah mengungkapkan diri-Nya dalam “keadaan Ketuhanan” (al martabah Ilahiyah). Tingkat pewahyuan diri Diri dari Yang Satu (tajalliyah) itu bertahap menampakkan diri melalui tujuh martabat, yaitu : Martabat Ahadiyah, Wahdah, Wahidiyah, Alam Arwah, Alam Mitsal, Alam Ajsam, dan Insan Kamil.

Salah satu bagian ajaran Sasahidan yang disampaikan SSJ adalah ajaran “Sangkan Paraning Dumadi” artinya asal dari segala ciptaan. Menurut SSJ bahwa pangkal dari segala ciptaan adalah Dzat Wajib al Wujud yang tak terdefiniskan yang diberi istilah “awang uwung” (Ada tetapi Tidak Ada, Tidak Ada tetapi Ada) yang keberadaannya hanya mungkin ditandai oleh kata “tan kena kinaya ngapa” yang disebut dalam Al Quran “Laisa Kamitslihi Syaiun” artinya “ tidak bisa dimisalkan dengan sesuatu). Inilah tahap Ahadiyah. Dari keberadaan Yang Tak Terdefinisikan itulah Dzat Wajib al Wujud Yang Tak Terdefinisikan mewahyukan Diri sebagai Pribadi Ilahi yang disebut Allah. Inilah tahap Wahdah dimana Yang Tak Terdefinisikan mewahyukan diri menjadi Rabb-al Arbab. Dari tahap wahdah ini kemudian mewahyukan Diri sebagai Nur Muhammad. Inilah tahap Wahidiyah dimana yang tak terdefinisikan mewahyukan diri sebagai Rabb. Nur Muhammad ini ini kemudian mewahyukan Diri menjadi semua ciptaan yang disebut mahluk, baik yang kasat mata maupun tidak kasat mata.

Dengan pandangan itu konsep keesaan (tauhid) Ilahi yang diajarkan SSJ tidak bisa disebut wahdatul wujud, karena di dalam doktrin Sasahidan disebutkan bahwa “Dia Yang Esa sekaligus Yang Banyak (al wahid al katsir), Dia adalah Yang Wujud secara bathin dan Yang Maujud secara dhahir, sehingga disebut Yang Wujud sekaligus Yang Maujud (Ad-Dhahir Al Bathin)”.

Dalam perjalanannya mencari ilmu hakikat makrifat, SSJ pernah merantau ke Baghdad, Irak (kira-kira abad 15 - 16 M – itu masa hidupnya). Berdasarkan legenda, menurut Abdul Munir Mulkhan, pola Islamisasi pasca-Demak, sesudah Sultan Hadi Wijoyo yang berkuasa sejak th 1550 hingga tahun 1582 memindahkan kekuasaannya ke Yogya - Surakarta. Konflik pemahaman Islam antara Wali Songo dengan SSJ bisa menjadi petunjuk betapa mengakarnya Islamisasi di Jawa pada abad 15M. Islam di Nusantara lebih diwarnai model sufi daripada model syariah yang lebih terbuka berhubungan dengan tradisi lokal, sistem keyakinan Hindu-Budha dan Jawa.

Sementara itu di Baghdad satu periode sebelumnya Hussayn Ibn Manshur Al Hallaj (857-922), seorang sufi Persia dilahirkan di Thus yang dituduh musyrik oleh khalifah di Baghdad, dihukum bunuh karena ajarannnya. Al Hallaj adalah gelar, asal kata “al Hallaj Al Asrar, yang artinya pembersih hati atau kesadaran. 2) (Cyril Glasse, Ensiklopedi Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002)

Al Hallaj terkenal dengan ucapannya “Anna Al Haqq” atau Akulah Yang Maha Mutlak” atau “Kebenaran”. Ahmad Ibn Fatik berkata bahwa ia pernah mendengar Al Hallaj berkata “Akulah Yang Maha benar dimana kebenaran itu milik Tuhan dan Aku mengenakan Esensi-Nya sehingga tidak ada perbedaan diantara Kami”, pernyataan itu adalah pernyataan aneh Al Hallaj dibandingkan dengan tokoh lainnya.

Ibn Arabi, yang memiliki nama lengkap Abu Bakar Muhammad Muhyiddin (1165-1240 M), sebagai seorang sufi sekaligus guru Sufi, dipandang sebagai tokoh besar sehingga disebut “Syekh Agung” (Syeikh al Akbar), karena pandai sekali dalam menyusun doktrin metafisis. Ibn Arabi lahir di Spanyol. 3) (Cyril Glasse, Ensiklopedi Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002). Ibn Arabi mempopulerkan ajaran Wahdatul Wujud dengan mengekspresikannya secara formal. Yang dimaksud wahdat al-Wujud dapat diartikan kesatuan wujud 4). (Drs. Totok Jumantoro MA, Samsul Munir Amin, Kamus Ilmu Tasawuf, Penerbit Amzah, 2005)

Walaupun doktrin ini disandarkan kepada Ibn Arabi, dalam realitanya merupakan ajaran fundamental dan sangat penting dalam seluruh aliran tasawuf.

Doktrin wahdatul Wujud yang sering disalah tafsirkan dengan pengertian sebuah kesamaan substansi antara alam dan Tuhan, yakni bahwa alam adalah Tuhan yang samar.

Paham Wahdat Al-Wujud diidentikkan dengan pantheistik oleh orientalis. padahal ada perbedaan antara Wahdat Al Wujud dengan Pantheisme. Menurut Ibn Arabi dalam kitab Futtuhad Al Makiyah, bahwa hakikat wujud itu itu hanya satu yaitu Allah, sedangkan wujud yang banyak itu merupakan Ilusi atau bayangan dari Yang Satu itu.

Essential Identification of manifestated order with onto logical principle, sedangkan pengertian pantheisme adalah subsantial identification of universe with God. Dalam pantheisme, jauhar atau esensi Tuhan terdapat dalam setiap yang ada. Menurut konsep ini bahwa wujud segala yang ada ini bergantung pada Wujud Tuhan. Andaikan Wujud Tuhan tidak ada maka wujud selain Tuhan juga tidak ada. Menurut Ibnu Arabi “Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatu dari dzatNya, sehingga apabila kami melihat-Nya berarti kami melihat diri kami, dan apabila kami melihat diri kami maka kami juga melihat Diri-Nya”.

Manusia adalah hamba Tuhan, karena tuhan beriluminasi secara dzatiyah pada manusia (tajalli dzatiyah) sehingga manusia adalah zat Tuhan, karena itu disebut Insan Kamil atau nuskhat Ilahi. Lebih jelasnya, Ibn Arabi menyatakan bahwa Tuhan adalah pencipta alam, dimana prosesnya sebagai berikut :

Tajalli, dzat Tuhan dalam bentuk a’yan tsabitah. Tanazzul Tuhan di alam ma’ani ke alam ta’ayyunat (realitas rohaniah), yaitu alam arwah yang mujjarat. Tannazul kepada realitas nafsiah, yaitu alam nafsiah berfikir. Tanazzul Tuhan dalam bentuk ide materi yang bukan materi, yaitu alam mitsal (ide) atau khayal. Alam materi, yaitu alam inderawi.

Kesimpulan :
Masih ada kesinambungan antara ajaran Ibn Arabi dengan ajaran SSJ, mengingat keberadaan SSJ dari prediksi sekitar abad 15atau 16M, sementara Ibn Arabi sekitar abad 11-12M, dan Al Hallaj abad 9M, maka ada kemungkinan SSJ terpengaruh oleh ajarannya Ibn Arabi ataupun Al Hallaj. Hanya saja ajaran SSJ dipraktekkan oleh pengikutnya di sana-sini secara rahasia dan berkesinambungan. Untuk kebenarannya, hanya Allah saja yang Maha Tahu segalanya.

Salam,


Bibliography :
1) Prof. Dr. Abdul Munir Mulkan, SU, Makrifat Siti Jenar, Grafindo, Jakarta,2005
2) Cyril Glasse, Ensiklopedi Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002
3) Drs. Totok Jumantoro MA, Samsul Munir Amin, Kamus Ilmu Tasawuf, Penerbit Amzah, 2005
4) Agus Sunyoto, Makalah Diskusi SSJ, 2007

Read More

Hubungan Agama Dan Ilmu Menurut Einstein

| |
0 komentar

Selama abad yang lalu, dan sebagian abad sebelumnya, tersebar luas pandangan bahwa ada pertentangan yang tidak dapat didamaikan antara ilmu dan agama. Pandangan yang dianut oleh tokoh zaman itu adalah bahwa sudah saatnya iman digantikan oleh pengetahuan. Iman yang tidak bersandar pada pengetahuan adalah takhayul, dan karenanya harus ditolak. Menurut konsepsi ini, fungsi satu-satunya pendidikan adalah untuk membuka jalan kepada pemikiran dan manusia, haruslah memenuhi hanya tujuan itu saja.

Memang amat sulit kita temukan kalaupun ada sudut pandang rasionalistik yang diungkapkan dalam bentuk sekonyol itu; karena setiap orang yang dapat dengan mudah melihat betapa sepihaknya pernyataan itu. Tetapi kita perlu menyatakan suatu tesis secara tajam dan telanjang sama sekali, jika ingin mengetahui hakikat sejatinya.

Adalah benar bahwa keyakinan hanya dapat didukung dengan baik oleh pangalaman dan pikiran jernih. Pada titik ini, kita mesti bersepakat sepenuhnya dengan kaum rasionalis ekstrim. Bagaimanapun, titik lemah ini adalah bahwa keyakinan tersebut yang amat penting dan menentukan perilaku dan penilaian kita tak dapat ditemukan hanya pada wilayah ilmu yang ketat ini.

Ini disebabkan metode ilmiah tidak dapat mengajarkan apa pun tentang bagaimana fakta-fakta berhubungan, dan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Pengahargaan kepada pengetahuan objektif harus diberikan kepada orang-orang dengan kemampuan tertinggi yang mengembangkannya, dan saya harap Anda tidak menuduh saya ingin mengecilkan pencapaian-pencapaian dan usaha-usaha heroik dari orang-orang yang bergiat di bidang ini. Namun, sama jelasnya adalah bahwa pengetahuan tentang apa yang sebenarnya tidaklah langsung membukakan pintu bagi apa yang seharusnya. Seseorang dapat memperoleh pengetahuan yang paling lengkap dasn paling jelas tentang apa sebenarnya, tetapi tidak mampu meyimpulkan darinya suatu tujuan dari aspirasi kemanusiaan kita. Pengetahuan objektif melengkapi kita dengan alat ampuh untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, tetapi tujuan puncak itu sendiri dan rasa rintu untuk mencapainya harus datang dari sumber lain. Dan hampir tidak perlu memperdebatkan pandangan bahwa kemaujudan dan aktivitas kita memperoleh makna hanya dengan penetapan tujuan seperti itu dan nilai-nilai yang berhubungan dengannya. Pengetahuan tentang kebenaran seperti apa adanya adalah menakjubkan, tetapi hanya sedikit perannya sebagai pembimbing, karena bahkan pengetahuan itu sendiri tak dapat mebuktikan konsepsi yang murni rasional dari kemajuan kita.

Tetapi kita juga tidak dapat mengasumsikan bahwa pemikiran akal tidak dapat berperan sama sekali dalam pembentukan tujuan dan penilaian etis . Ketika seseorang menyadari bahwa untuk mencapai suatu tujuan diperlukan suatu cara, di situ cara itu sendiri sudah menjadi tujuan. Meskipun demikian, berpikir semata tidak dapat suatu kepekaan atau rasa akan tujuan akhir. Bagi saya, inilah tampaknya peranan terpentung yang harus dimainkan oleh agama dalam kehidupan sosial manusia. Yaitu, untuk memperjelas tujuan dan penilaian fundamental ini, dan untuk menancapkannya dalam kehidupan emosional manusia. Dan jika ada yang bertanya, dari otoritas mena kita mesti mendapatkan tujuan fundamental ini –karena tujuan itu tidak dapat dinyatakan dan dijastifikasi hanya oleh nalar–maka jawabannya adalah: tujuan tesebut maujud dalam masyarakat yang seharusnya sebagai tradisi yang kuat, yang mempengaruhi perilaku, harapan-harapan, dan penilaian anggotanya; tujuan iru ada disana, yaitu, sesuatu yang hidup, tanpa merasa perlu menemukan jastifikasi bagi keberadaannya. Tujuan-tujuan itu meujud tanpa melalui pembuktian atau demonstrasi, tetapi melalui semacam pewahyuan, dengan perantaraan pribadi-pribadi tangguh. Tak perlu menjastifikasinya, tetapi yang penting adalah merasakan hakikatnya, secara sederhana dan jernih.

Kini, meskipun wilayah agama dan ilmu masing-masing sudah saling membatasi dengan jelas, bagaimanapun ada hubungan dan ketergantungan timbal balik yang amat kuat di antara keduanya. Meskipun agama adalah yang menentukan tujuan, tetapi dia telah belajar dalam arti yang paling luas, dari ilmu, tentang cara-cara apa yang akan menyumbang pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkannya. Dan ilmuhanya dapat diciptakan oleh mereka yang telah teri-lhami oleh aspirasi terhadap kebenaran dan pemahaman. Sumber perasaan ini, tumbuh dari wilayah agama. Termasuk juga disisni adalah kepercayaan akan kemungkinan bahwa pengaturan yang absah bagi dunia kemaujudan ini bersifat rasional, yaitu dapat dipahami nalar. Saya tak dapat percaya ada ilmuwan yang tidak memiliki kepercayaan tersebut. Keadaan ini dapat diungkapkan dengan suatu citra ;
ilmu tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta.
Meskipun saya sudah menyatakan di atas bahwa sesungguhnya tak boleh ada pertentangan antara ilmu dan agama, saya mesti menekankan sekali lagi peryataan itu pada titik yang esensial, dengan mengacu kepada kandunagn aktual agama-agama dalam sejarah.

Sumber : http://www.ojimori.com/2011/05/14/hubungan-agama-dan-ilmu-menurut-einstein/

Read More

Ideologi Politik dan Filsafat Demokrasi

| |
0 komentar

Berbicara tentang ideologi politik, terdapat satu pendapat tentang adaya reduksionisme ideologis oleh Germindo dalam Varma (2002: 116). Diantara sebab-sebab utama, Germino menunjuk pada reduksionisme ideologis dari Tracy, Comte dan Marx dalam Varma (2002: 116) sebagai penyebab terpenting munculnya pemikiran tentang reduksionisme yang berkembang hingga saat ini. Tracy merupakan orang pertama yang menyatakan istilah ideologi sebagai suatu ilmu yang menentukan asal mula gagasan. Tracy dalam Varma (2002: 116) berkeyakinan bahwa semua pemikiran berasal dari cerminan yang ditentukan oleh pancaindera atau realita tunggal yang dapat ditangkap oleh pnca indera. Ideologi sama saja dengan bagian dari zoologi dan kecerdasan manusia dapat diperiksa dan digambarkan seperti memeriksa sifat suatu zat atau tanaman, atau suatu keadaan yang menakjubkan dalam kehidupan suatu bintang. Bagi Tracy dalam Varma (2002: 116) sama halnya dengan metafisika yang hanya ilusi dan fantasi, yang merupakan hasil dari imajinasi demi kesenangan orang bukan untuk mengatur orang. Baginya, hampir sama ideologi hampir sama dengan pengetahuan yang terdiri atas ide-ide yang berhubungan dengan pengalaman yang nyata. Seperti Condillac, Helvitius, dan pemikir prarevolusi lainnya di Prancis, Tracy dalam Varma (2002: 117) menyatakan tiada sumber gagasan lain selain perasaan bahwa semua pemikiran akhirnya dapat ditelusuri hingga pada perasaan sentio ergo sum (saya merasa, karena itu saya ada). Dengan menelusuri semua gagasan sampai pada pengalaman panca-indera, dapat diciptakan suatu ilmu baru tentang manusia untuk menjadi petunjuk bagi keseluruhan kehidupan politik manusia. Seseorang yang dapat membedah suatu ide dapat menggunakan ilmu ini untuk membentuk kembali tatanan sosial kemasyarakatan yang baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang diinginkan. Kata ideologi tidak lagi dipakai dalam pengertian yang digunakan oleh Tracy dalam Varma (2002: 117) yang sekarang ideologi itu lebih diartikan perangkat gagasan apa pun yang digunakan untuk mendukung sistem politik dan ekonomi tertentu. Tetapi Tracy dalam Varma (2002: 117) telah memulai suatu gerakan fikiran yang berpuncak pada reduksionisme ideologis Karl Marx.

Pada tahap selanjutnya, filsafat, filsafat hukum, filsafat politik dan ideologi politik menjadi landasan bagi terbentuknya pisau analisa dalam sebuah metode demokrasi yang baik. Filsafat memberi landasan bagaimana bersifat menuju kebijaksanaan, filsafat hukum menjelaskan bagaimana legitimasi kekuasaan yang ideal, filsafat politik memberikan gambaran pengetahuan dan landasan bagi keinginan publik dan ideologi memberikan pondasi bagi pemikiran dan ide serta gagasan yang mendukung sistem suatu negara.

Fisafat, filsafat hukum, filsafat politik, dan ideologi politik sebagai pisau analisa dalam sebuah metode demokrasi pada negara yang demokratis. Nurtjahjo (2005: 69) mengkonstatasikan bahwa metode demokratis merupakan tatanan kelembagaan untuk sampai pada keputusan-keputusan politik di mana individu-individu mendapatkan kekuasaan untuk memutuskan dengan alat-alat perjuangan kompetitif bagi bagi suara rakyat dan keinginan rakyat.

Secara metodologis, demokrasi mengandung makna filosofis di mana kemenangan suara mayoritas merupakan kebenaran. Kebenaran ini harus diberlakukan bagi seluruh rakyat tanpa pengecualian (termasuk minoritas dan atau golongan putih). Kebenaran mayoritas ini dituangkan dalam berbagai format peraturan perundang-undangan atau hukum positif yang berlaku. Kebenaran mayoritas sebagai suara rakyat yang dujadikan landasan pengambilan hukum yang berasal dari konsensus sosial bersama. Pengambilan hukum inilah yang mempresentasikan pengambilan kebenaran dan keadilan yang akan dituangkan dalam format yuridis. Secara otomatis dapat dkatakan bahwa kebenaran dan keadilan ini berasal dari persepsi rakyat yang diwakilkan kedalam persepsi wakil rakyat (dalam demokrasi perwakilan), yang kemudian mempunyai ukuran legitimasi tindakan demokratis selanjutnya, Nurtjahjo (2005: 70).

Dapat ditepatkan bahwa kebenaran, keadilan, dan kebaikan merupakan nilai-nilai prinsipil dari etika. Artinya, demokrasi mempunyai peranan untuk mewujudkan hal tersebut dalam kenyataan penyelenggaraan kekuasaan negara. Dalam konteks inilah demokrasi menawarkan prinsip-prinsip yang bermanfaat untuk menjalankan pemerintah yang baik (good governance) dan pertumbuhan nilai-nilai demokrasi dalam masyarakat menuju masyarakat madani (civil society) yang senantiasa berpartisipasi dalam kehidupan politik negara dan kritis konstruktif. Untuk melihat bahwa filsafat, filsafat politik, filsafat hukum dan ideologi politik memberikan arah analisa terhadap metode demokrasi, dapat dalam bagan dibawah ini.

Bahwa filsafat sebagai ruh pemikiran yang melahirkan filsafat hukum, filsafat politik, dan ideologi politik, namun filsafat juga mampu memberikan kontribusi langsung terhadap kajian dan analisa dalam metode demokrasi tanpa melalui filsafat hukum, filsafat politik, dan ideologi politik. Kendati demikian filsafat hukum, filsafat politik, dan ideologi politik memberikan sebuah kekhususan suatu pengetahuan yang bermanfaat untuk kajian dan analisa dalam metode demokrasi. Out-put-nya tentu berguna bagi terbentuknya negara demokratis yang ideal karena dukungan yang diperoleh dari konsep demokrasi yang kuat.

Awaludin Marwan
Direktur Eksekutif Democracy Watch Organization (DEWA ORGA)

Sumber : http://komunitasembunpagi.blogspot.com/2008/03/ideologi-politik-dan-filsafat-demokrasi.html

Read More

Rahsia Mengenal Wanita Dari Cara Berjalan

| |
0 komentar

1. Jika berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah. Golongan wanita yang jalannya berginjat, konon wanita ini adalah wanita yang tidak jujur, kalau berbual, mulutnya laser dan menyinggung perasaan orang lain. Wanita yang berjalan seperti ini juga terkenal dengan sikap egonya. Lebih parah, wanita ini biasanya pemboros atau suka membazir wang tanpa berfikir sebelum berbelanja. Padahal, wang yang dimilikinya itu masih banyak kegunaannya. Tapi jangan berkecil hati, kerana wanita seperti ini biasanya menjadi pujaan ramai lelaki.
2. Jika berjalan, sering menoleh ke kanan and kiri. Wanita seperti ini biasanya pandai menyimpan rahsia. Walaupun ramai yang menganggap wanita seperti ini tidak jujur, suka menipu teman sendiri,dan merugikan teman bualnya, namun, ramai lelaki yang berusaha untuk menakluk hatinya. Konon wanita seperti ini senang diatur dan diuruskan.
3. Jika berjalan suka menunduk. Cara berjalan melambangkan wanita seperti ini memiliki sifat yang tertutup. Ia hanya akan berbual dengan orang-orang yang rapat dengannya dan boleh dipercayai untuk menyimpan rahsianya. Wanita seperti ini biasanya sukar untuk ditakluk hatinya. Disamping sikapnya yang dingin, wanita seperti ini tidak peduli dengan kehidupan cinta. Namun, jika ada lelaki yang berjaya menawan hati wanita dengan cara berjalan menunduk ini, dijamin akan mendapat kebahagiaan. Sebab, wanita jenis ini sangat setia, dan dia tidak akan mengkhianati lelaki yang dicintainya.

4. Jika berjalan menatap lurus ke depan. Wanita seperti ini biasanya memiliki pendirian yang teguh, bukan senang hendak menggoncangkan imannya. Jangan sekali-sekali menentang apa yang pernah dikatanya, jika anda tidak mahu mendengar dia berleter panjang lebar. Meski pendiriannya teguh, tapi dia selalu berselisih pendapat. Jangan hairan jika wanita seperti ini hanya mahu berbual dengan orang yang berpengalaman luas.
5. Jika berjalan badan bergerak ke kanan dan kiri. Wanita yang berjalan dengan gaya yang sedemikian tidak ambil kisah dengan masalah yang berlaku. Apa pun masalah yang ada dihadapannya, dia dianggap kecil. Padahal masalah itu sebenarnya memerlukan kebijaksanaan untuk diselesaikan. Kerana sifatnya yang suka ambil mudah ini, banyak persoalan yang akhirnya tidak dapat diselesaikan dan akibatnya merugikan dirinya sendiri.
6. Jika berjalan badan tampak tegak. Wanita ini tegas menentukan sikapnya sendiri. Dia tidak mahu urusan peribadinya dicampur oleh orang lain. Gaya bicaranya serius seperti ingin menunjukkan dia memiliki pendirian teguh. Yang menarik dari wanita ini, dia bertanggungjawap terhadap apa yang pernah dilakukannya. Dia menyenangi lelaki yang berdikari tanpa meninggalkan sifat-sifat romantiknya.
7. Jika berjalan seperti zirafah. Maksudnya, ketika melangkahkan kaki ,badannya ia kelihatan bergerak ke depan dan ke belakang. Wanita jenis ini sangat lemah perasaannya. Dia seorang yang mudah terasa dan mudah tersinggung. Jadi, jika anda berbual dengan wanita seperti ini kenalah menjaga perasaannya agar tidak tersinggung, kerana wanita ini mudah mengalirkan air mata.

Read More

Strategi mendapatkan Wanita (cewek) Pujaan/bikin cewek suka sama cowok (pria)

| |
0 komentar

MENDEKATI wanita ada seninya. Meski wanita punya karakter berbeda, setidaknya ada trik mendasar untuk sukses flirting dengannya.
Berikut beberapa cara mendekati wanita dan mengajaknya terlibat percakapan tanpa takut reaksi penolakan, seperti dikutip Askmen.
Memberi penilaian provokatif
Selain “senyuman mata”, penilaian provokatif lebih dari sekadar senyuman untuk mengomunikasikan perasaan Anda secara nonverbal. Tapi pastikan Anda tak melontarkan kata-kata gombal.
Melemparkan pujian
Jika dia terlihat atraktif, puji bahunya yang indah atau coba menebak parfum yang dipakainya. Tapi pastikan Anda tak menilainya terlalu detail seperti perempuan atau taktik ini hanya akan jadi bumerang. Nyatanya, sebagian wanita senang saat ada pria yang memerhatikan detail yang ia gunakan.
Membandingkannya dengan karya seni
Katakan rambutnya yang tergerai bagai garis-garis indah dalam lukisan tersohor. Membandingkannya dengan sebuah karya artistik menegaskan bahwa Anda pria berintelektual bagus dan punya ketertarikan besar terhadap sesuatu yang tak hanya sepakbola seperti kebanyakan pria. Jadi, jangan takut menunjukkan sisi lembut Anda.
Memberinya ruang
Kalau dia terlihat enggan memberikan nomor teleponnya, jangan terus memaksa. Dia mungkin ingin segala sesuatu berjalan perlahan. Salah satu trik sukses flirting termasuk memberi wanita ruang untuk “bergerak”. Jadi, jangan menempelnya terus saat perkenalan pertama.

Read More
Powered by Blogger.